Benarkah Jahe menjadi anti virus terbaik

Benarkah Jahe menjadi anti virus terbaik

Jahe anti Virus. Akhir-akhir ini dunia dikejutkan dengan kemunculan virus mematikan yang disebut dengan Covid 19 atau disebut juga dengan Corona. Hampir seluruh dunia terkena dampak dari Virus mematikan ini. Awal mulanya virus ini muncul di kota Wuhan dan mulai menyebar secara cepat ke berbagai belahan dunia karena dapat menular dengan cepat tanpa harus menyentuh si penderitanya.

Dan pada awal maret 2020 Virus ini masuk ke Indonesia dan hingga saat ini sudah terkonfirmasi sudah ada 450 yang positif Corona dan 38 diantaranya dinyatakan meninggal dunia serta 20 orang dinyatakan sembuh total. Data tersebut merupakan Update terbaru tgl 21 Maret 2020.

Angka ini tentunya akan terus bertambah jika penanganannya tidak segera dilakukan.

Dengan adanya data penderita yang sembuh total berarti masih ada harapan hidup bagi yang terpapar Virus mematikan ini.

Dan di Indonesia disebut banyak sekali anti virus yang bisa menangkal dan mencegah masuknya Virus tersebut ke tubuh kita.

Dan salah satu bahan yang paling sering disebut ampuh sebagai penangkal Virus ialah Jahe yang sering dijadikan bumbu dapur ataupun minuman penghangat tubuh di malam hari.

Benarkah Jahe Tersebut Mampu Menjadi Anti Virus Corona

Benarkah Jahe menjadi anti virus terbaik

Berbicara tentang  jahe, sebenarnya tidak cuma menyangkut  bumbu dapur saja. Sebab sejak beratus ratus tahun lamanya, tanaman rimpang ini sudah dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam masalah kesehatan.

Jahe masuk ke dalam anggota Zingiberanceae. Yang artinya, jahe masih satu jenis  dengan tanaman herbal lain. Contohnya, kencur, kunyit, serta lengkuas. Pertanyaannya, apa manfaat jahe jika dikonsumsi secara rutin setiap hari? Dan benarkah jahe bisa menjadi penangkal dan anti virus terbaik.

Mau tahu luar biasanya manfaat  jahe bagi kesehatan tubuh?

Ada bukti menakjubkan yang bisa anda simak mengenai manfaat jahe secara mendalam. Menurut jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health – mengenai khasiat dan manfaat jahe,ternyata jahe memiliki potensi untuk mengobati sejumlah penyakit termasuk gangguan degeneratif (radang sendi dan rematik).

Tak hanya itu saja, menurut jurnal di atas, jahe juga dapat mengatasi masalah pada pencernaan (sembelit, konstipasi, maag), gangguan kardiovaskular (aterosklerosis dan hipertensi), muntah, dan diabetes mellitus.

Anti Kanker dan Penuaan Dini

Jahe bersifat anti-inflamasi dan anti-oksidatif yang bisa mengendalikan proses penuaan. Manfaat jahe lainnya, tanaman herbal ini juga memiliki potensi antimikroba yang dapat menghambat virus yang menjadi penyakit menular. Malah, manfaat jahe disebut-sebut dapat mencegah berbagai kanker.

Namun meski begitu, ada satu hal yang mesti digarisbawahi. Menurut jurnal di atas, meski potensi antikanker jahe dianggap baik, manfaat jahe terhadap kanker masih perlu penelitian lebih dalam sebelum mengklaim kemanjurannya.

Meredakan Rasa Nyeri Haid

Rutin mengonsumsi air rebusan jahe bisa membantu mengurangi nyeri yang terjadi saat Haid. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa jahe yang dikonsumsi dapat meredakan nyeri menstruasi pada wanita. Bahkan, khasiat dari jahe disebut tak berbeda jauh dengan obat ibuprofen dan asam mefenamat.

Untuk mendapatkan manfaat jahe untuk meredakan nyeri, cobalah untuk mengonsumsi air jahe setidaknya empat gelas. Minum cairan tersebut selama dua hari masa awal menstruasi. Efek jahe pada perut disebut mampu memberi efek menenangkan dari nyeri.

Menurunkan Kadar Gula Darah hingga Kolesterol

Lagi-lagi Menurut jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health – mengenai keunggulan jahe, rutin mengonsumsi jahe juga bisa menurunkan glukosa darah secara signifikan. Tak cuma itu, konsumsi jahe secara rutin dan dengan dosis yang tepat juga bisa menurunkan kolesterol LDL (lemak jahat), trigserida, sekaligus meningkatkan HLD (lemak baik).

Memperkuat Sistem Imun

Mau sistem imun tetap Terjaga? Gampang sekali kok, konsumsi saja jahe secara rutin. Jahe banyak mengandung vitamin C dan juga magnesium. Kandungan alami ini membuatnya membantu tubuh untuk memperkuat sistem imun. Selain kedua zat tersebut, jahe juga memiliki kandungan gingerols, shogaols, dan zingerones yang dapat berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh.

Menangkal Infeksi Bakteri dan Anti Virus

Khasiat jahe juga bisa membantu tubuh untuk menangkal infeksi bakteri dan anti virus tertentu. Kandungan gingerol dalam jahe dipercaya mampu menghambat infeksi bakteri. seperti shigela, E.coli, dan virus lainnya.

Tak hanya itu saja, manfaat minum jahe juga bisa meningkatan sistem imun tubuh, sehingga dapat mencegah kerusakan DNA dan stres. Bahkan, manfaat minum jahe secar rutin juga bisa membantu mengatasi pilek dan flu.

Meredakan Sakit pada Otot

Manfaat minum jahe secara rutin juga bisa membantu kita untuk meredakan sakit pada otot. Studi dari University of Georgia menyebut, jahe memiliki efek anti peradangan yang juga berkhasiat mengurangi sakit pada bagian otot.

Dalam uji tersebut, para ahli melakukan riset terhadap 74 orang untuk melakukan beberapa jenis latihan. Subjek penelitian tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang diberi suplemen jahe dan kelompok yang hanya diberi pil mengandung gula.

Hasilnya? Ternyata, rasa sakit nyeri otot setelah pascaolahraga pada kelompok pertama, lebih ringan 25 persen ketimbang kelompok kedua.

Meredakan Morning Sickness

Menurut studi dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, jahe bermanfaat untuk meredakan gejala morning sickness pada saat awal kehamilan. Ekstrak akar jahe telah dipakai sejak beribu-ribu tahun lamanya untuk mengatasi gejala gangguan pada pencernaan, seperti mual, muntah, sembelit, perut kembung, dan bersendawa.

Agar semakin yakin akan kebenarannya, coba tanyakan pada dokter sebelum memutuskan untuk rutin mengonsumsi jahe. Sebab, ada beberapa orang yang sebaiknya menghindari konsumsi jahe walaupun porsinya hanya sedikit.

Misalnya,pada ibu hamil dan menyusui, pengidap penyakit jantung, diabetes, dan orang-orang yang memiliki gangguan pembekuan darah. Dengan kata lain, jahe termasuk ke dalam kategori tanaman herbal, tetapi tetap ada beberapa efek samping yang bisa diakibatkan. Seperti, rasa tidak nyaman pada perut, diare, dan nyeri pada ulu hati.

Jahe Anti Virus patut Dipertimbangkan untuk Pencegahan Corona

Dengan banyaknya manfaat dari jahe tersebut,maka sangat tepat sekali untuk saat ini rutin menkonsumsi Jahe sebagai pencegahan masuknya bebagai jenis virus berbahaya dan salah satunya Covid 19 yang saat ini menjadi ancaman terbesar di Negara Kita.

Selain jahe yang menjadi bahan anti virus untuk ketahan tubuh,ternyata ada juga buah yang bisa menjadi anti virus yang bisa menjadi alternatif pilihan jika sulit sekali menemukan jahe karena melonjaknya permintaan jahe tersebut karena semua orang berbondong-bondong membeli jahe dalam jumlah yang banyak.

Yaitu buah melon kuning yang banyak beredar di pasaran dengan harga yang tidak jauh beda dengan melon hijau pada umumnya.

Semoga dengan adanya informasi tentang jahe anti virus diatas,bisa menekan penularan virus Corona yang saat ini sudah menjadi ancaman darurat nasional.

Mencegah lebih baik daripada harus kerepotan jika sudah terpapar Corona,maka dari itu siapkan diri kita agar terlindungi.

Dan mudah-mudahan keadaan dapat kembali pulih seperti semula dan Roda perekonomian dapat berjalan normal kembali.

× Bisa Kami Bantu?